yprsulteng.com

Tampilkan postingan dengan label 07/01/2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 07/01/2011. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2011

Industri Berbasis Alam Wapres Tawari Investor China


Jumat, 7 Januari 2011 | 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono menawarkan investor China untuk menanamkan modal dan membangun industri berbasis sumber daya alam di Papua dan Papua Barat.

"Permintaan Wapres dimaksudkan agar investor tidak saja hanya memanfaatkan kekayaan alam, tetapi juga bisa membangun infrastruktur agar bisa terintegrasi dengan industri lain," kata Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat kepada pers di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (7/1/2011).

Hal tersebut dikemukakan Yopie seusai pertemuan Wapres Boediono dengan Ketua State Development and Investment Corporation (SDIC) China Wang Hui Sheng. Dalam pertemuan itu, Wapres didampingi Kepala BKPM Gita Wirjawan.

Investor milik pemerintah China tersebut selama ini menjadi ujung tombak China dalam melakukan investasi di bidang pelabuhan, tenaga listrik, industri, dan kimia.

Yopie mengatakan, SDIC dalam rencana investasi di Indonesia akan lebih fokus ke Provinsi Papua dan Papua Barat.

Ia mengatakan, perusahaan China tersebut sangat tertarik dan sedang merancang beberapa alternatif untuk menanamkan modal di dua provinsi tersebut. "Wapres menyambut baik keinginan perusahaan China tersebut dan wapres minta bangun industri berbasis sumber aya alam karena di Papua sumber daya alam melimpah," kata Yopie.

Permintaan Wapres tersebut, kata Yopie, dimaksudkan agar pembangunan infrastruktur bisa terintegrasi dan bisa memberikan hasil bagi industri yang lain.

Berbagai alternatif investasi yang bisa dibangun di dua provinsi itu adalah pembangunan pembangkit listrik di aliran Sungai Mamberamo. "SDIC segera kembali ke Beijing untuk melakukan studi dan akan langsung mengirim tim teknis untuk mengkaji berbagai alternatif yang bisa dikerjakan di Papua," katanya.

Keinginan SDIC menanamkan modal ke Indonesia, kata Yopie, karena mereka menilai iklim investasi kondusif, keamanan membaik, peraturan pemda kondusif, di samping juga makroekonomi yang stabil. Untuk mempercepat keinginan SDIC, kata Yopie, Wapres minta agar melakukan koordinasi dengan BKPM agar dapat terintegrasi dengan baik.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/07/1752045/Wapres.Tawari.Investor.China-4

Proyek listrik 10.000 MW telat, pemerintah siapkan dana Rp 10 triliun

JAKARTA. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk mengantisipasi molornya proyek pembangkit listrik 10.000 Megawatt. Dana itu untuk mengatasi risiko fiskal akibat keterlambatan penyelesaian pabrik setrum tersebut.

Pjs Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Agus Suprijanto mengatakan, dana Rp 10 triliun itu berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) 2011 yang saat ini nilainya mencapai Rp 96,8 triliun. Dia mengatakan, penggunaan dana itu sudah mendapat restu dari DPR.

Agus menduga proyek pembangkit listrik berbahan bakar batubara tak bisa rampung sesuai target. Dengan demikian, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih akan menggunakan bahan bakar minyak untuk menghasilkan listrik. “Cuma mudah-mudah nggak ada masalah,” ujarnya.

Yang pasti, Agus mengatakan, pemerintah tidak akan memakai seluruh dana Rp 10 triliun tersebut. Menurutnya, penggunaan dana tersebut tergantung risiko fiskal yang dihadapi PLN. "Jadi Rp 10 triliun itu maksimal,” tandasnya.

Proyek listrik 10.000 Megawatt tahap I yang mulai dilakukan 2007 lalu ditargetkan selesai selama lima tahun. Namun, hingga saat ini, proyek tersebut baru berjalan sekitar 50%. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan, proyek tersebut tidak akan selesai pada 2012 mendatang.

Sumber : http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/55840/Proyek-listrik-10.000-MW-telat-pemerintah-siapkan-dana-Rp-10-triliun

PLTU Palu Krisis Batu Bara

Kamis, 06 Januari 2011 | 16:33 WIB

TEMPO Interaktif, Palu - Pemadaman listrik kembali mengancam Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, menyusul makin menipisnya stok batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mpanau. Stok batu bara yang tersedia tinggal hari Kamis (6/1) ini. Bila pasokan tak ada, maka dipastikan Jumat (7/1) besok akan terjadi pemadaman bergilir.

"Situasinya kritis, stok batu bara yang kami miliki saat ini terus terang hanya untuk kebutuhan hari ini saja," kata Kuasa Direksi PT Pusaka Jaya Palu Power, Djati Nugroho, pengelola PLTU Mpanau, Palu, Kamis (6/1).

Dia mengatakan, saat ini hanya mesin unit II berkapasitas 15 megawatt masih beroperasi sementara unit I sejak Senin lalu (3/1) sudah tak beroperasi karena keterbatasan batu barat. Kalau saja batu bara tak masuk hari ini, maka Unit II juga terancam berhenti beroperasi. “Tapi 8000 ton sudah kita pesan dari Kalimantan Timur, mudah-mudahan besok sampai, asal tak ada cuaca buruk,” ujar Nugroho.

Manager PLN Cabang Palu Nyoman Sujana mengatakan, jika batu bara tidak tiba dalam beberapa hari ini, dipastikan PLN terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir.

“Pemadaman jelas akan terjadi, sebab selama ini daya yang dipasok dua mesin PLTU ke PLN cukup besar. Separuh komsumsi listrik warga Palu dan sekitarnya, setengahnya di pasok PLTU,” ujar Nyoman.

Sementara itu, sejumlah warga Palu menyatakan kecewa karena seringnya adanya pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PLN Palu .

Mereka khawatir, pemadaman ini akan terjadi seperti tahun lalu di mana interval waktu pemadaman tiga jam menyala, delapan jam padam. “Listrik padam belakangan ini karena ada perbaikan gardu induk, pemadaman ekstrim tahun lalu mudah-mudahan sudah terjadi di tahun ini,”ujar I Nyoman.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/01/06/brk,20110106-304259,id.html


PLN Targetkan Pengurangan 1 Juta Kiloliter BBM

Ekonomi - / Jumat, 7 Januari 2011 02:24 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) menargetkan pengurangan pemakaian bahan bakar minyak sedikitnya satu juta kiloliter per tahun. Dirut PLN Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (6/1) mengatakan pengurangan BBM bisa dilakukan menyusul beroperasinya sejumlah pembangkit program 10 ribu MW mulai 2011.

Menurut dia, sejumlah pembangkit berbahan bakar minyak seperti PLTGU Tambak Lorok, Semarang, PLTGU Tanjung Priok, Jakarta, PLTGU Muara Karang, Jakarta, dan PLTGU Muara Bekasi, Jabar akan dihentikan. Selanjutnya, pasokan listrik di wilayah tersebut digantikan PLTU-PLTU program 10 ribu MW.

Ia mencontohkan, PLTU program 10 ribu MW yakni Suralaya, Banten 625 MW dan Paiton, Jatim 660 MW yang akan memasok listrik ke kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Surabaya, Semarang, dan Jakarta melalui sistem interkoneksi Jawa-Bali berkapasitas 500 kV. Sebelumnya, pasokan listrik di Semarang berasal dari PLTGU Tambak Lorok 1.000 MW dan tidak mengambil dari sistem 500 kV.

"Jakarta juga sedikit mengambil dari 500 kV. Lebih banyak dari PLTU Muara Karang, Tanjung Priok, dan Muara Tawar," ujar Dahlan.

Nantinya, listrik Semarang dan Jakarta akan lebih banyak dipasok dari sistem 500 kV. Untuk menunjang rencana tersebut di Semarang tengah dibangun tambahan satu trafo guna melengkapi dua trafo yang sudah ada di Ungaran. "Kalau trafo sudah terpasang, Semarang bisa mendapat pasokan 400 MW dari sistem 500 kV dan salah satu mesin PLTGU Tambak Lorok bisa dimatikan," ujarnya.

Kemudian, Semarang juga akan mendapat tambahan 600 MW setelah beroperasinya PLTU 10 ribu MW di Rembang berkapasitas 2x315 MW. Pasokan listrik PLTU Rembang masuk ke Semarang melalui sistem 150 kV.

"Semarang akan dapat 1.000 MW yang berasal dari sistem 500 kV sebanyak 400 MW dan 600 MW dari Rembang. Dengan demikian, PLTGU Tambak Lorok akan dimatikan semua pada pertengahan 2011," katanya.(Ant/DSY)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/ekonomi/news/2011/01/07/38754/PLN-Targetkan-Pengurangan-1-Juta-Kiloliter-BBM